3 Modus Penipuan Online di WhatsApp yang Wajib Anda Tahu
· ACS WINETO
Penipuan melalui pesan instan semakin marak di Indonesia. Berdasarkan riset Global Anti-Scam Alliance, sekitar 85 persen upaya penipuan digital terjadi melalui WhatsApp (sumber: Katadata, 2024). Para pelaku memanfaatkan kepercayaan pribadi, menciptakan rasa panik, dan menggunakan tautan palsu atau kode OTP untuk mencuri data serta uang korban.
Berikut tiga modus yang paling sering muncul agar Anda bisa lebih waspada :
1. Mengaku Sebagai Kerabat atau Rekan Kerja
Modus ini kerap disebut impersonation scam. Pelaku berpura-pura menjadi anggota keluarga, teman, atau rekan kerja dengan alasan mendesak seperti butuh transfer dana segera. Beberapa bahkan menggunakan voice note tiruan atau deep-fake suara (sumber: The Guardian, 2025).
Tips aman: pastikan identitas pengirim dengan menelepon langsung ke nomor lama yang sudah dikenal.
2. Undian Palsu dan Tautan Phishing
Pesan yang mengaku dari perusahaan resmi sering berisi undian atau hadiah palsu. Korban diarahkan membuka tautan yang tampak meyakinkan, padahal tujuannya mencuri data login atau kode OTP (sumber: Tempo Digital, 2024).
Tips aman: jangan pernah klik tautan dari nomor tak dikenal, dan hindari mengisi data pribadi di halaman yang mencurigakan.
3. Penawaran Investasi atau Lowongan Kerja Abal-Abal
Pelaku mengirim pesan berisi tawaran kerja dari rumah atau investasi cepat untung. Setelah korban tertarik, mereka diminta menyetor uang atau mengirim data pribadi. Kasus seperti ini meningkat pesat di 2024 – 2025 karena maraknya skema social engineering (sumber: VIDA Cybersecurity Report, 2025).
Tips aman: lakukan pengecekan perusahaan di situs resmi dan jangan mudah tergiur iming-iming keuntungan besar.
Untuk melindungi diri dari berbagai bentuk penipuan digital, pengguna disarankan untuk selalu menjaga kerahasiaan kode OTP, password, dan data pribadi. Aktifkan fitur verifikasi dua langkah di aplikasi WhatsApp agar akun lebih aman dari pembajakan. Jika menerima pesan yang terasa aneh atau mengandung permintaan data pribadi, segera abaikan dan laporkan nomor tersebut ke pihak berwenang